REKONSTRUKSI MODEL KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL–SITUASIONAL DALAM SISTEM KOMANDO OPERASIONAL KAPAL
DOI:
https://doi.org/10.70799/jumma.v7i1.162Keywords:
Kepemimpinan Maritim, Kepemimpinan Transformasional, Kepemimpinan Situasional, Sistem Komando Kapal, Organisasi TertutupAbstract
Kajian kepemimpinan dalam literatur organisasi modern masih didominasi oleh konteks organisasi darat yang relatif terbuka dan fleksibel, sementara konteks maritim sebagai organisasi tertutup dengan tingkat risiko tinggi masih kurang mendapat perhatian. Kapal laut memiliki karakteristik unik berupa struktur hierarkis yang ketat, keterbatasan ruang fisik, tekanan kerja yang tinggi, serta isolasi sosial dalam jangka waktu panjang, sehingga menuntut praktik kepemimpinan yang berbeda dari organisasi konvensional. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi model kepemimpinan transformasional–situasional yang adaptif dalam sistem komando operasional kapal, tanpa mengabaikan prinsip keselamatan dan disiplin hierarkis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap nakhoda, perwira dek, perwira mesin, dan anak buah kapal, observasi partisipatif selama kegiatan operasional kapal, serta studi dokumentasi terhadap prosedur operasional dan struktur organisasi kapal. Data dianalisis menggunakan analisis tematik melalui tahapan pengkodean, kategorisasi, dan penarikan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan nakhoda secara formal dijalankan melalui struktur birokratis-hierarkis, namun dalam praktiknya bersifat dinamis dan kontekstual. Efektivitas kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh otoritas formal, tetapi oleh kemampuan nakhoda membangun komunikasi terbuka, kepercayaan, dan relasi interpersonal yang positif. Temuan juga mengungkap bahwa kepemimpinan transformasional dan situasional berinteraksi secara adaptif dalam dinamika tim awak kapal. Kepemimpinan transformasional berperan dalam membangun visi bersama, motivasi, dan ketahanan psikologis kru, sementara kepemimpinan situasional memungkinkan penyesuaian gaya kepemimpinan sesuai kondisi operasional. Penelitian ini menghasilkan model kepemimpinan transformasional–situasional maritim adaptif yang menempatkan kepemimpinan sebagai praktik sosial yang mengintegrasikan otoritas formal, fleksibilitas perilaku, dan sensitivitas relasional dalam organisasi tertutup berisiko tinggi.






